February 26, 2022

Manchester City Bekuk Everton Lewat Gol Phil Foden Di Menit Genting

Manchester City mendapatkan kemenangan penting seusai mengamankan skor 1-0 kala bertandang ke markas Everton, Minggu (27/2) dini hari WIB tadi.

Dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-27 yang digelar di Goodison Park semalam, City arahan Pep Guardiola baru bisa memecah kebuntuan di sembilan menit jelang bubaran berkat gol Phil Foden.

City kemudian mendapatkan tiga poin yang mereka butuhkan, terlebih setelah VAR memutuskan untuk tidak mengindahkan insiden di kotak penalti terkait handball Rodrigo tak lama berselang.

Dengan kemenangan ini, City untuk sementara unggul enam poin di depan Liverpool selaku pesaing terdekat, selagi rivalnya itu masih menyimpan satu laga lebih banyak.

Catatan Menarik Dari Pertandingan

City sekarang telah memenangkan sepuluh pertandingan terakhirnya melawan Everton di semua kompetisi, menjadikannya sebagai rekor kemenangan terpanjang Pep melawan sebuah tim dalam karier manajerialnya (juga 10 vs Watford).

Everton baru menang dua kali dari 18 partai terakhirnya di Liga Primer sejak awal Oktober kemarin (D3 L13); catatan sembilan poin dalam periode tersebut menjadi yang paling sedikit yang pernah dikumpulkan tim mana pun di divisi ini sejak Oktober.

Menyusul hasil semalam, City sekarang memenangkan 15 dari 17 pertandingan Liga Primer terakhirnya (D1 L1), juga mengukir sembilan kemenangan dari 10 laga tandang terakhir (D1).

Sementara itu, sang pahlawan kemenangan Foden telah mencetak 10 dari 12 gol terakhirnya di liga di laga tandang. Dia mencetak tiga gol melawan Everton di kompetisi ini, sedangkan Brighton merupakan tim yang gawangnya paling ia banyak bobol (4).

Apa Kata Pep?

Seusai laga, Pep mengatakan: “Saya harus akui, [kemenangna] ini sangat penting,” ujarnya dikutip laman resmi klub.

“Babak kedua jauh lebih baik ketimbang babak pertama. Kami menggerakkan bola dan menyerang dengan lebih baik.

“Goodison Park bagi kami selalu sulit. Ini adalah kemenangan yang bagus, langkah lainnya [dalam perebutan juara].

“Secara umum, kami menguasai babak kedua, memiliki peluang, meski tidak banyak karena itu susah namun di babak kedua permainannya jauh lebih baik.”